Didalam daftar berikut ini akan saya bahas mengenai 12 transfer pemain sepakbola terburuk yang terjadi di musim 2014/2015. Daftar-daftar ini meliputi posisi bek, gelandang dan striker yang awalnya diharapkan mampu bersinar oleh para pelatih dan fans namun kenyataannya tidak demikian. Dan mari kita langsung saja simak dibawah ini, diantaranya adalah :

1. Radamel Falcao

Pada akhir batas transfer musim panas tahun lalu, Manchester United membuat sebuah berita utama di Inggris dengan mendatangkan pemain pinjaman yaitu Radamel Falcao. Bersama Porto dan Atletico Madrid, Falcao secara keseluruhan telah mencetak lebih dari 140 gol selama 4 musim. Falcao sempat dibekap cedera di Monaco sehingga menurunkan kinerjanya, walaupun seperti itu ia selalu tampil mengesankan.

Saat dirinya bergabung dengan Setan Merah, ia diramalkan akan menjadi sosok striker yang sangat menakutkan sebab dirinya akan berkolaborasi dengan Wayne Rooney dan Robin van Persie. Ternyata, ia tidak menakutkan seperti yang diramalkan. Didalam 29 laga, ia hanya membukukan 4 gol dan 4 assist. Gaya permainan Falcao tampaknya tidak cocok dengan iklim di Liga Premier Inggris.

2. Mario Balotelli

Setiap berita, setiap artikel dan setiap wawancara di musim lalu selalu menyebutkan sosok striker Italia yang bernama Mario Balotelli. Kenapa selalu dia? Di satu sisi, ia diramalkan akan menjadi seorang striker yang dapat mengalahkan pamor Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di jagad sepakbola. Di sisi lain, Liverpool membeli dia sebagai pengganti Luis Suarez yang hijrah ke Barcelona.

Ya, jelas semua orang beranggapan dia adalah pemain yang berbakat. Namun jika kita membuka lembaran sejarah masa lalunya yang kelam, Balotelli kerap mengabaikan peringatan dari klub-klub yang pernah dibelanya seperti Manchester City dan AC Milan sehingga faktor tersebut dibawanya ke Liverpool. Alhasil, gagal total. Balotelli hanya menggemas 4 gol di semua kompetisi Liga Premier.

3. Alessio Cerci

Kesepakatan yang dilakukan antara AC Milan dan Atletico Madrid untuk mendatangkan Alessio Cerci ke San Siro dianggap sebagai kesepakatan terburuk Serie A oleh para fansnya. Alessio Cerci tampil mengesankan bersama Torino di musim 2013/14 dengan mengoleksi 13 gol dan 10 assist.

Lalu Atletico Madrid pun tertarik dan memboyongnya pada musim panas 2014. Entah bagaimana ceritanya, Cerci yang baru tampil selama 9 laga bersama ATM mampu menghipnotis mata AC Milan sehingga mereka membawanya pada Januari 2015 dengan status pinjaman. Setelah tampil selama 16 laga, Cerci hanya mampu mencetak 1 gol dan 4 assist.

4. Nicklas Bendtner

Apabila kita membicarakan tentang transfer terburuk Arsenal, maka semua mata akan tertuju pada striker Denmark yang bernama Nicklas Bendtner. Jika anda percaya sensasi yang dimiliki oleh pemain ini, anda mungkin akan berpikir jika Bendtner sekelas dengan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo.

Setelah menghuni selama beberapa tahun di Arsenal, Wolfburg mengira jika Bendtner adalah sosok legenda The Gunners. Saat Wolfburg mendatangkan dirinya pada tahun 2014 lalu, ia sukses menjaringkan 1 gol dalam 18 laga di Bundesliga. Tak lama, Wolfburg pun percaya jika Bendtner merupakan transfer terburuk Arsenal selama ini.

5. Lukas Podolski

Sejak ia memutuskan untuk pindah dari Koln ke Arsenal pada tahun 2012, penampilan dan produktifitas Podolski terus menurun. Ia kemudian dipinjamkan ke Inter Milan, namun sayang, ia tidak bisa berbuat banyak di liga Italia. Di bawah asuhan Roberto Mancini, Podolski hanya melakoni 17 laga dan kehadirannya dianggap sebagai ‘pembantu’ klub. Ketika ditanya apakah Podolsi akan menghuni Inter Milan dalam waktu yang cukup lama, Mancini pun angkat bicara dengan mengatakan, “Saya rasa dia tidak punya masa depan di klub ini”.

6. Ciro Immobile

Striker Italia bernama Ciro Immobile selalu menjadi pusat perhatian sejumlah klub-klub besar Eropa sebab dirinya tampil sukses di Serie A dua musim lalu dimana ia berhasil mencetak 22 gol dalam 33 laga. Pada musim panas 2014, Immobile hijrah ke klub Bundesliga Borussia Dortmund dan diharapkan mampu menjadi ujung tombak Jurgen Klopp dalam menghadapi terror Bayern Munchen.

Sayang, penampilannya sangat jauh dari harapan Klopp. Immobile menikmati rapor bagus di ajang Piala Jerman dan Liga Champions namun tampil mengecewakan di liga domestik. Tampil sebanyak 24 laga, ia hanya mampu membukukan 3 gol dan 1 assist.

7. Angel Di Maria

Louis van Gaal berniat membangun era kejayaan Manchester United dengan mendatangkan sejumlah nama pemain terkenal. Salah satu pemain terkenal didatangkan dari Real Madrid yaitu Angel Di Maria. Gelandang Argentina tersebut didatangkan senilai £ 60 juta. Sungguh sebuah harga yang sesuai dengan penampilan apiknya di Real Madrid. Van Gaal melihatnya sebagai gelandang berbakat, kreatif dan tipe penyerang yang handal. Saat berseragam satu musim, ia hanya mengoleksi 3 gol serta 10 assist dan pastinya semua pihak merasa kecewa berat.

8. Thomas Vermaelen

Ketika Barcelona membeli Thomas Vermaelen dari Arsenal pada musim panas 2014, hal tersebut membuat sejumlah pihak mengangkat alis. Saat berseragam Arsenal, mantan kapten Arsenal tersebut hanya menghabiskan waktunya dengan dibekap cedera sehingga menyebabkan dirinya tidak tampil konsisten di lapangan.

Ia harus cedera dan bahkan membutuhkan pembedahan, secara keseluruhan Vermaelen hanya tampil 63 menit musim lalu. Arsenal pasti tertawa terbahak-bahak atas kejadian tersebut karena mereka telah mengantongi uang sebesar £ 15 juta di rekeningnya.

9. Romelu Lukaku

Selama musim 2012/13 dan 2013/14, Romelu Lukaku diprediksi akan menjadi sosok Didier Drogba selanjutnya. Selama di Chelsea, Lukaku menghabiskan musim-musim pinjamannya bersama West Brom dan Everton serta bermain lebih dari 70 pertandingan dan membukukan 33 gol.

Ketika ia dibeli oleh Everton pada musim panas 2014, banyak pihak yang percaya jika mereka telah mengamankan seorang striker yang berpotensi kelas dunia. Setelah menyelesaikan musim pertamanya dengan The Toffees, banyak pihak yang mempertanyakan kinerja Lukaku. Selama satu tahun, ia hanya mampu mengoleksi 23 gol saja.

10. Douglas

Ketika Barcelona ingin mencari pengganti sosok Dani Alves, mereka pun segera mendatangkan Douglas Pereira dos Santos dari Sao Paulo senilai US$ 4,5 juta pada musim panas 2014. Para fans sebelumnya tidak pernah mendengar nama Douglas dan mereka pun mulai bertanya-tanya tentang siapa sosok baru ini.

Setelah melihat gaya permainannya, para fans dan khususnya Barca akhirnya mengetahui dengan jelas mengapa Sao Paulo membiarkan dirinya pergi. Atas kejadian tersebut, pesepakbola Brazil ini harus rela menjadi bek lapisan ketiga dan membuat segelintir penampilan di sepanjang musim.

11. Eliaquim Mangala

Setelah memenangkan 8 piala di salah satu klub sepakbola Belgia dan Portugal selama tahun 2008 hingga 2014, nama Eliaquim Mangala menjadi incaran sejumlah klub-klub besar di tanah Eropa. Pada musim panas 2014, Manchester City berhasil mendatangkan bek tersebut dengan nilai mengejutkan £ 32 juta.

Ia memang berbakat, namun sayang, Mangala belum bisa beradaptasi dengan iklim Liga Premier. Mangala kerap melakukan beberapa blunder di musim pertamanya sehingga banyak pihak menilai jika dirinya tidak pantas membela Liga Premier.

12. Danny Welbeck

Bagi sebagian orang, Danny Welbeck adalah Setan Merah yang handal melewati lawan-lawannya. Dia telah menghabiskan masa mudanya di akademi Manchester United dan hanya bermain untuk Manchester United jua. Ia pun hijrah ke Arsenal dengan nilai £ 16 juta dan diharapkan mampu menjadi striker berbakat.

Meskipun ia berhasil mencetak hattrick di Liga Champions dan mencetak gol ke gawang MU dalam ajang Piala FA, karir Welbeck di Liga Premier kian menurun. Selama melakoni 25 laga, ia hanya mampu melesakkan 4 gol dan 3 assist sehingga para fans The Gunners menjulukinya ‘transfer flop’.

 Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


blibli.com iklan

gojek iklan

Cross Stitch